Al-mujaddid72.blogspot.com Ngagurah Dano berasal dari bahasa sunda, ngagurah yang berarti mencari ikan dan Dano yang berarti danau. Jadi Ngagurah Dano merupakan kegiatan mencari ikan di danau yang sudah menjadi tradisi budaya masyarakat Cikolelet yang dilakukan setiap kali musim kemarau.

“Kearifan lokal yaitu Ngagurah Dano, jadi masyarakat di sini ramai-ramai turun untuk mencari ikan yang dilakukan pada musim kemarau”. Ucap Bupati Kabupaten Serang Hj. Ratu Tatu Chasanah S.E, M.Ak (05/08/2018).

Acara ini diselenggarakan pada hari Minggu tanggal 5 Agustus 2018, bertempat di Desa Cikolelet, Kecamatan Cinangka, yang dihadiri oleh kurang lebih dari 3000 peserta yang berasal dari Kec. Padarincang, Kec. Mancak dan Kec. Cinangka. Kegiatan ini diangkat menjadi agenda tahunan wisata Kabupaten Serang dalam rangka AKCF (Anyer Krakatau Culture Festival).

“Jika ingin menjadi tempat pariwisata tergantung pada masyarakat, seperti menjaga kebersihan lingkunganya dan jika ada wisatawan yang datang, penduduk harus welcome atau menyambutnya dengan ramah”. Pesan  Bupati Kabupaten Serang.

Pada tahun 2017 AKCF berkonsep 8 kabupaten kota saja, sedangkan AKCF 2018 memiliki konsep nasional yang mencakup budaya, kuliner dan olahraga seperti lomba lari, memancing dan fun run.

AKCF diselenggarakan tiap tahun akan tetapi kurang mengekspose kearifan lokal, sehingga pihak AKCF merangkul acara tradisi budaya dan memasukannya pada agenda tahunan, oleh karena itu AKCF menyebar luas ke berbagai kabupaten atau kota.

“Mungkin tahun depan kita kemas berbeda lagi, lebih rame lagi dan lebih bisa mendatangkan masyarakat dari luar daerah Banten”. Harapan Akong Gondrong, selaku Project Director AKCF 2018 Funtastic Serang(05/08/2018).

***

[ Al-Mujaddid ]

Komentar